Menurut Rahdzi (dalam Anas Salahudin,2010) menjelaskan bahwa problematika bimbingan dan konseling bukan disebabkan faktor ekternal, tetapi pada dasarnya, bersumber dari faktor internal. Dimana bimbingan dan konseling hingga kini masih dipadang sebelah mata oleh masyarakat. Pandangan ini timbul karena kurangnya profesionalitas dan dedikasi yang tinggi dari orang-orang menekuni bidang bimbingan dan konseling. Macam-macam problematik bimbingan dan konseling antara lain:
1. Problematika Eksternal (Masyarakat)
Problematika dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di masyarakat pada dasarnya disebabkan adanya pandangan yang keliru dari masyarakat. Pandangan tersebut antara lain;
a. Layanan bimbingan dan konseling dapat dilakukan oleh siapa saja
b. Bimbingan dan konseling hanya untuk orang yang bermasalah saja
c. Keberhasilan layanan bimbingan dan konseling bergantung pada sarana dan prasarana
d. Konselor harus aktif, sedangkan konseli harus/boleh pasif
e. Menganggap hasil pekerjaan bimbingan dan konseling harus segera dilihat
2. Problematika Internal (Guru Bimbingan Konseling/Konselor)
Masalah yang timbul di luar sebenarnya berasalah dari para guru bimbingan dan konseling atau konselor itu sendiri. Pandangan para guru bimbingan dan konseling atau konselor yang salah tentang bimbingan dan konseling menyebabkan mereka salah langkah dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling. Pandangan tersebut antara lain;
a. Menyamakan pekerjaan bimbingan dan konseling dengan pekerjaan dokter dan psikiater
b. Pelayanan bimbingan dan konseling berpusat pada keluhan pertama saja
c. Menyamaratakan cara pemecahan masalah bagi semua konseli
d. Bimbingan dan konseling mampu bekerja sendiri
e. Bimbingan dan konseling dianggap sebagai proses pemberian nasehat semata
3. Problematika dalam dunia Pendidikan
Problematik utama dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di dunia pendidikan juga disebabkan adanya kekeliuran pandangan antara lain;
a. Bimbingan dan konseling hanya pelengkap kegiatan pendidikan Saya merasa bimbingan konsleing tidak penting ada di sekolah
b. Guru bimbingan dan konseling/konselor di sekolah adalah “polisi sekolah” Saya merasa guru bk adalah polisi sekarang Bimbingan dan konseling dibatasi hanya untuk siswa tertentu saja
Dafatar Pustaka
Anas Salahudin. 2010. Bimbingan dan Konseling. Pustaka Setia: Bandung
Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta: Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar