Perubahan Manajemen Lama Menuju Manajemen Baru
Dalam
teori manajemen bimbingan dan konseling, menurut Ahmad Sudrajat dalam Jamal
Asmani (2010:236-237) ada perubahan pola manajemen bimbingan dan konseling yang
lama dan baru seperti terlihat pada tabel beriku ini;
Tabel.1
Manajemen Pola Lama dan Pola Baru
NO
|
MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING
|
|
POLA LAMA
|
POLA BARU
|
|
1
|
Menitikberatkan
pada siswa yang berisiko/bermasalah
|
Melayani
seluruh siswa (guidance for all)
|
2
|
Dilaksankan
karena adanya krisis/masalah
|
Dilaksanakan
berdasarkan kurikulum
|
3
|
Pendekatan
panggilan (on call)
|
Terjadwal
(kalender)
|
4
|
Disampaikan
dan dilaksanakan hanya oleh konselor
|
Kolaboratif/bekerjasama
antara konselor, guru, orang tua dan masyarakat
|
5
|
Dimiliki
hanya oleh staf konseling (konselor)
|
Didukung
dan dimiliki oleh semua komunitas
|
6
|
Mengukur
jumlah usaha yang dilakukan
|
Mengukur
dampak yang dikaitkan dengan tujuan
|
7
|
Berurusan
dengan proses melaksankan pekerjaan
|
Berurusan
dengan pencapaian tujuan, sasaran dan hasil
|
8
|
Memfokuskan
pada tujuan dan yang dianggap baik
|
Memfokuskan
pada pencapaian (accomplishment)
|
9
|
Bekerja
untuk memilihara sistem yang ada
|
Responsive
dan beradaptasi dengan perubahan
|
10
|
Membicarakan
tentang bagaimana bekerja keras
|
Membicarakan
tentang efektivitas kerja
|
Tabel.2
Proses Konseling Pola Lama dan Pola Baru
NO
|
PROSES KONSELING
|
|
POLA LAMA
|
POLA BARU
|
|
1
|
Bersifat
klinis
|
Bersifat
pedagogis
|
2
|
Melihat
kelemahan klien
|
Melihat
potensi klien (siswa)
|
3
|
Berorientasi
pemecahan masalah klien (siswa)
|
Berorientasi
pengembangan potensi positif klien (siswa)
|
4
|
Konselor
serius
|
Mengembirakan
klien (siswa)
|
5
|
Dialog
menekan perasaan klien dan klien (siswa) sering tertutup
|
Dialog
konselor menyentuh klien (siswa), klien (siswa) terbuka
|
6
|
Klien
sebagai objek
|
Klien
(siswa) sebagai subjek
|
7
|
Konselor
dominan dan bertindak sebagai problem
|
Konselor
hanya membantu dan memberikan alternatif
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar